Jakarta, sanubari.co.id – Rumah produksi Denny Siregar Production kembali menghadirkan karya terbaru yang penuh pesan mendalam lewat film berjudul Tanah Runtuh. Film yang dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Vino G. Bastian, Yoan Cocohamida, Ridho Khaliq, Sigi Wimala, dan Jenda Munthe ini mengambil latar belakang konflik sosial yang pernah melanda Poso beberapa tahun silam.
Dalam acara press screening yang digelar di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis (18/6/2026), Denny Siregar selaku produser mengungkapkan bahwa mengangkat tema keluarga yang dibayangi konflik sosial merupakan tantangan besar yang jarang diambil oleh rumah produksi lain. Selain proses penyajiannya yang rumit, film dengan genre seperti ini juga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
"Tidak banyak produser atau production house yang mau mengambil model cerita seperti ini karena penyajiannya tidak mudah dan budjetnya juga tidak murah. Namun, harus ada yang memulai, harus ada yang bergerak di situ," ujar Denny.
Melalui Tanah Runtuh, Denny ingin mengingatkan penonton bahwa meski setiap manusia memiliki keterbatasan, hal tersebut tidak boleh memadamkan semangat untuk terus memperjuangkan harapan.
Sebagai sutradara, Rudi Soedjarwo mengakui film ini memberikan tantangan emosional tersendiri. Menggarap isu sensitif seperti konflik Poso menuntut kehati-hatian ekstra, terlebih fokus cerita berpusat pada dua karakter anak-anak, di mana salah satunya merupakan anak berkebutuhan khusus.
"Jika proyek ini diserahkan kepada saya 20 tahun lalu, pengerjaannya pasti akan sangat berbeda dan terasa sangat permukaan (tidak mendalam). Pengalaman selama 20 tahun ini mematangkan saya, sehingga sekarang bisa menyelesaikannya dengan baik. Malahan, saya terus mendapat pelajaran baru, bahkan setelah film ini masuk ruang editing," ungkap Rudi hangat.
Aktor utama Vino G. Bastian memberikan pujian tinggi terhadap ide cerita yang menempatkan anak-anak sebagai sudut pandang utama. Menurutnya, anak-anak adalah pihak yang paling dirugikan namun suaranya paling jarang didengar saat konflik terjadi.
"Dalam sebuah kejadian kerusuhan, korban paling banyak adalah anak-anak. Tapi mereka tidak bisa berbicara, tidak pernah ditanya, dan mereka adalah bagian yang seolah-olah luput dari pemberitaan," kata Vino.
"Saya merasa beruntung sekali bisa bergabung di film ini, karena kebetulan sosok peran utamanya adalah kedua anak ini," tambahnya.

Sementara itu, dua aktor muda berbakat, Yoan Cocohamida dan Ridho Khaliq, mengaku sangat bersyukur atas kesempatan ini. Dukungan penuh dari kru dan aktor senior membuat mereka mampu mendalami peran dengan baik tanpa kendala berarti.
"Saya dan Ridho ingin mengajak kita semua merenungkan kembali makna perbedaan. Tiap orang pasti punya perbedaan, tinggal bagaimana kita memaknainya. Bukan sebagai sumber konflik, tapi sebagai sarana untuk saling memperlengkapi," jelas Yoan.
Film ini menyoroti kisah Ringgo (Ridho Khaliq) dan Kai (Yoan Cocohamida), dua bersaudara yang dibesarkan oleh ibunya, Ibu Emmy (Sigi Wimala), setelah ayah mereka dibunuh kelompok teroris. Kehidupan sederhana mereka di sebuah desa terpencil seketika berubah total saat pasar desa menjadi sasaran bom bunuh diri.
Di tengah kepanikan dan kekacauan luar biasa, Ibu Emmy terpisah dari kedua buah hatinya. Dalam keputusasaan mencari sang ibu, Ringgo dan Kai bertemu dengan Idham (Vino G. Bastian), seorang polisi yang sedang memimpin operasi perburuan dalang konflik di daerah tersebut. Karena iba melihat kondisi kedua anak tersebut, Idham membawa mereka ke markasnya. Seiring berjalannya waktu, jalinan emosional di antara mereka tumbuh erat layaknya ayah dan anak kandung.
Apakah Ringgo dan Kai berhasil bersatu kembali dengan ibunya? Mampukah Idham menyelesaikan misi berbahayanya menangkap para teroris? Temukan jawabannya dalam film Tanah Runtuh, yang akan tayang serentak di seluruh bioskop tanah air mulai 25 Juni 2026.
Editor : Robby