GRESIK, sanubari.co.id - Pemerintah terus memacu pengentasan kawasan kumuh lewat pendekatan lintas sektor. Langkah ini pun dinilai telah membuahkan hasil.
Yakni dengan diresmikannya permukiman baru hasil program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (TPKT) 2025 di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Baca Juga: Golkar Jatim Panaskan Mesin 2029
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memimpin langsung peresmian tersebut.
Ia didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Dalam momen tersebut, AHY menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada warga penerima manfaat.
Program ini menyulap kawasan pesisir seluas 7,11 hektar yang diisi oleh 2.288 kepala keluarga. Penataan tidak sekadar merombak fisik hunian, melainkan merevitalisasi total infrastruktur lingkungan sebagai bagian dari transformasi kawasan.
Menurut AHY, pembangunan permukiman tak bisa lagi berjalan sektoral. Keterpaduan antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta adalah fondasi utama untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
“Harus semakin maju. Bukan sekadar makin sejahtera, tapi juga makin asri. Semua itu bermula dari rumah dan keluarga kita,” ujar AHY.
Proyek di Campurejo ini menjadi purwarupa pembiayaan kolaboratif atau hibrida. Sebanyak 166 unit rumah direnovasi lewat skema patungan antara anggaran negara dan kucuran dana swasta.
Rinciannya, 145 unit dibiayai DAK TPKT—terdiri atas 102 rumah baru dan 43 bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sementara 21 unit lainnya disokong program Corporate Social Responsibility (CSR), termasuk dari Habitat for Humanity.
AHY menilai skema pendanaan gotong-royong ini patut direplikasi ke berbagai daerah agar penataan kawasan tidak hanya bertumpu pada satu keran pembiayaan.
Baca Juga: ESDM Jatim Dorong Tambang Legal
“Ini bukti nyata negara hadir. Pemerintah dan mitra pembangunan bekerja bersama meningkatkan kualitas hidup masyarakat," katanya.
Di luar urusan hunian, infrastruktur dasar kawasan pesisir ini turut dibenahi. Jalan lingkungan kini berlapis paving, sistem drainase diperbaiki, dan jaringan air bersih diperluas.
Pemerintah juga membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik serta fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS 3R) demi menjaga daya dukung lingkungan.
Saat menyisir permukiman, AHY menyempatkan diri menguji kelancaran pasokan air bersih di salah satu rumah warga. Ia takjub melihat transformasi yang terjadi di kawasan tersebut.
“Foto sebelum dan sesudahnya menunjukkan kontras yang tajam. Bukan cuma rumahnya, tapi seluruh ekosistem dan fasilitas pendukungnya kini tertata rapi,” tuturnya.
Baca Juga: Festival Ekraf Jatim Dongkrak UMKM
Jawa Timur merupakan salah satu episentrum pelaksanaan DAK TPKT 2025. Selain Gresik, proyek serupa tengah digarap di Kabupaten Lumajang, Madiun, Mojokerto, dan Pasuruan.
Pemerintah memproyeksikan keberhasilan di Desa Campurejo sebagai model nasional untuk revitalisasi pesisir kumuh.
Pembenahan ini tak hanya membidik peningkatan taraf hidup, tetapi juga memutar roda ekonomi warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan pelaku usaha mikro.
“Saya berharap kawasan ini dijaga dengan baik. Kebersihan dan keindahannya harus dipertahankan agar bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain,” kata AHY. (*)
Editor : Michael Fredy Yacob