Jakarta, sanubari.co.id – Upaya perbaikan kualitas hidup masyarakat terus dilakukan pemerintah. Salah satunya dengan mempercepat penanganan permukiman kumuh di berbagai daerah. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, saat membuka Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu pada 14 September 2026 di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, BRIN, Jakarta.
Dalam penjelasannya, Menteri menyampaikan bahwa pemerintah memiliki delapan klaster program kerja prioritas nasional. Salah satunya terkait infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana.
"Untuk itu, ada lima program yang akan kami jalankan," katanya.
Pertama, penyediaan kawasan permukiman yang terintegrasi dengan sarana, prasarana, dan utilitas. Kedua, pengembangan perumahan publik vertikal. Ketiga, pengembangan fasilitas pembiayaan perumahan. Keempat, penguatan ekosistem perumahan melalui kolaborasi lintas sektor dan digitalisasi. Kelima, penanganan dan peremajaan permukiman kumuh terpadu.
Kawasan permukiman terpadu tersebut akan mengintegrasikan layanan kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan sehat. Untuk itu, pemerintah akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kalangan dunia usaha, media, dan komunitas. Salah satu fokusnya adalah penanganan sampah yang menjadi masalah klasik di lingkungan kumuh.

"Kawasan kumuh umumnya berada di daerah padat penduduk, daerah bantaran sungai, serta daerah rawan bencana. Maka, ketiga wilayah itu akan menjadi prioritas program kerja pemerintah," lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap salah satu penyebab timbulnya kawasan kumuh, yakni masih kurangnya jumlah hunian. Karena itu, pemerintah turut mengadakan berbagai program pembiayaan pengadaan perumahan, serta bekerja sama dengan para kontraktor properti guna membangun perumahan layak huni.
Terkait pengadaan perumahan layak huni ini, pihak kementerian menyatakan bahwa program tersebut kini telah berstatus sebagai proyek strategis nasional.
"Poin utamanya adalah kolaborasi. Ini yang harus kita lakukan agar program bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.
Editor : Robby