SURABAYA, sanubari.co.id - Kapal berjenis Landing Dock (LD) yang dipesan Philippine Navy ke PT PAL Indonesia selesai. Angkatan Laut (AL) Filipina ini memasan total ada dua kapal jenis tersebut. Satu unitnya telah selesai.
Hal tersebut dibuktikan dengan kegiatan launching ceremony future LD-603, dilakukan di Graving Dock Orca PT PAL Indonesia. Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod hadir dalam kegiatan itu.
Baca Juga: Transformasi 46 Tahun PT PAL: Dari Galangan Menuju Pusat Inovasi Maritim
Hadir pula Flag Officer in Command (FOIC) Philippine Navy Vice Admiral Jose Ma Ambrosio Q. Ezpeleta, Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina Letnan Jenderal Rommel P. Roldan, serta jajaran pejabat tinggi pertahanan kedua negara.
Peluncuran LD-603 menjadi tonggak penting dalam keberhasilan proyek ekspor strategis PT PAL Indonesia. Pembangunan lambung kapal berhasil diselesaikan hanya dalam waktu enam bulan melalui implementasi Industrial Maritime 4.0 (IM4).
Teknologi itu mengintegrasikan digitalisasi proses produksi, peningkatan efisiensi, serta pengendalian kualitas secara menyeluruh. Penerapannya memungkinkan percepatan proses pembangunan tanpa mengurangi standar kualitas yang dipersyaratkan.
Future LD merupakan generasi terbaru kapal angkut pendarat. Dirancang untuk mendukung berbagai spektrum operasi. Mulai dari operasi amfibi, pengangkutan personel dan logistik. Pengamanan wilayah maritim, hingga misi bantuan kemanusiaan.
Termasuk penanggulangan bencana —Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR). Setelah peluncuran, kapal akan memasuki tahapan outfitting, harbour acceptance test, dan sea acceptance test. Setelah itu barulah diserahkan kepada Philippine Navy.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod mengatakan, peluncuran LD-603 bukan sekadar pencapaian proyek, melainkan simbol eratnya kemitraan strategis antara Indonesia dan Filipina dalam memperkuat kapabilitas industri pertahanan kawasan.
“Malam ini, kapal ini untuk pertama kalinya menyentuh air. Hal ini menandai peluncuran LD-603 sebagai unit pertama dari dua kapal yang sedang kami bangun untuk Angkatan Laut Filipina,” katanya, Selasa, 30 Juni 2026.
Ia berkomitmen menjaga kepercayaan pelanggan. Caranya dengan menghadirkan produk berkualitas tinggi. Terlepas dari tantangan geopolitik global yang mempengaruhi rantai pasok dan menyebabkan beberapa penyesuaian jadwal.
“PT PAL mampu menjaga kinerja internal secara optimal. Sehingga dampak terhadap penyelesaian proyek dapat diminimalkan," katanya lagi.
Menurutnya, kepercayaan Philippine Navy terhadap PT PAL Indonesia merupakan kelanjutan dari hubungan kerja sama yang telah terjalin selama lebih dari satu dekade.
Sebelumnya, PT PAL telah membangun dua unit Strategic Sealift Vessel (SSV), sejumlah Landing Craft Utility (LCU). Serta menyelesaikan proyek Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) BRP Tarlac-601 dengan predikat "Very Satisfactory".
“Rekam jejak tersebut menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan kerjasama dalam mendukung modernisasi armada Angkatan Laut Filipina,” ungkapnya.
Flag Officer in Command Philippine Navy, Vice Admiral Jose Ma Ambrosio Q. Ezpeleta mengapresiasi profesionalisme PT PAL Indonesia dalam memenuhi kebutuhan armada Philippine Navy.
"Kapal ini akan secara signifikan meningkatkan kemampuan kami dalam mengangkut personel, peralatan, dan logistik ke seluruh wilayah kepulauan Filipina,” katanya usai kegiatan tersebut.
Menurutnya, kapal ini juga akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mendukung operasi amfibi, operasi keamanan maritim, serta misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Baginya, keberhasilan itu tidak lepas dari kontribusi PT PAL Indonesia. “Tonggak penting ini tidak akan terwujud tanpa dukungan mitra kami: PT PAL Indonesia. Mereka telah menunjukan keahlian dan komitmen tinggi terhadap kualitas dalam mewujudkan proyek ini,” terangnya.
“Atas nama seluruh jajaran Angkatan Laut Filipina, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada manajemen serta seluruh insan PT PAL Indonesia," tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina, Letnan Jenderal Rommel P. Roldan menegaskan, pengadaan LD merupakan investasi strategis bagi penguatan kemampuan maritim negaranya.
“Setelah diserahkan dan resmi dioperasikan, kapal ini akan meningkatkan kemampuan AL Filipina dalam melaksanakan operasi angkutan laut militer (sealift), misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, operasi amfibi, serta berbagai operasi strategis lainnya,” terangnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi PT PAL Indonesia, pada kesempatan tersebut Flag Officer in Command Philippine Navy menyerahkan penghargaan kepada Direktur Utama PT PAL Indonesia.
Penghargaan tersebut menjadi simbol kuatnya kepercayaan Philippine Navy sekaligus pengakuan atas kualitas, profesionalisme, dan konsistensi PT PAL dalam menghadirkan solusi pertahanan maritim yang memenuhi standar internasional.
Kepercayaan yang kembali diberikan kepada PT PAL Indonesia menunjukkan bahwa industri pertahanan nasional memiliki daya saing yang diakui di tingkat global.
Didukung penguasaan teknologi pembangunan kapal perang, infrastruktur galangan modern, implementasi Industrial Maritime 4.0.
Serta pengembangan sumber daya manusia melalui transfer teknologi yang berkelanjutan, PT PAL terus memperkuat kapabilitas industri maritim pertahanan Indonesia sekaligus memperluas kemitraan strategis di kawasan Asia Tenggara.
Peluncuran Future Landing Dock LD-603 menjadi lebih dari sekadar pencapaian proyek pembangunan kapal. Momentum ini merefleksikan keberhasilan diplomasi industri pertahanan Indonesia.
Sekaligus mempertegas posisi PT PAL Indonesia sebagai mitra industri pertahanan yang andal, terpercaya, dan mampu menghadirkan solusi maritim berkelas dunia bagi negara-negara sahabat. (*)
Editor : Michael Fredy Yacob