Satu beban negara lepas

Setelah 25 Tahun, Pemerintah Resmi Lunasi Utang Obligasi BLBI ke Bank Indonesia

avatar Robby
Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat menyampaikan pelunasan obligasi BLBI. (BPMI Setpres)
Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat menyampaikan pelunasan obligasi BLBI. (BPMI Setpres)

Jakarta, sanubari.co.id — Pemerintah telah melunasi seluruh kewajiban obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Bank Indonesia (BI) senilai Rp218,3 triliun.

Pelunasan tersebut dilakukan pada 24 Agustus 2026, sekaligus menandai berakhirnya kewajiban pemerintah atas obligasi yang diterbitkan untuk menangani krisis moneter tahun 1997-1998.

Baca Juga: Perkuat Stok Nasional, SKK Migas Pangkas Ekspor Gas ke Singapura

“Utang obligasi yang Rp218,3 triliun itu dibayar, sudah selesai. Sudah tuntas kita bayar. Dengan demikian, kita betul-betul menutup lembaran sejarah penerbitan obligasi penanganan krisis tahun 1997-1998 yang diselesaikan di masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada 22 September 2026.

Meski utang obligasi kepada BI sudah lunas, pemerintah menegaskan hak tagih negara kepada para obligor dan debitur BLBI tetap berjalan. Tanggung jawab penagihan diemban oleh Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) di bawah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Penagihan piutang kepada para obligor dan debitur BLBI kini berpijak pada Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2026 sebagai landasan hukum terbaru untuk memperkuat proses eksekusi.

Dalam pelaksanaan di lapangan, Kemenkeu menggandeng Aparat Penegak Hukum untuk mengamankan aset dan memastikan proses hukum berjalan efektif.

Baca Juga: OJK Pilih Fokus Bekerja daripada Bahas Spekulasi Soal Isu MSCI

"Kita berharap kewajiban-kewajiban ini akan terus kita kejar, dan kemudian kita gunakan pengembaliannya untuk kemaslahatan masyarakat kita melalui APBN," tambahnya.

Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (BPMI Setpres)Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (BPMI Setpres)

Pada kesempatan tersebut, Suahasil juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyambut baik penyelesaian kewajiban tersebut.

Baca Juga: MSCI Usul Status Pasar Saham Indonesia Turun, IHSG Langsung Rontok

Pelunasan utang obligasi BLBI dinilai menjadi bagian penting dari perjalanan panjang Indonesia dalam menangani dampak krisis sekaligus menjadi pembelajaran bagi pengelolaan kebijakan ekonomi nasional.

“Tentu ini menjadi pembelajaran yang luar biasa bagi perekonomian Indonesia, bagi kebijakan makroekonomi Indonesia, sehingga menjadi catatan sejarah dan ditutup. Pada hari ini, utang ke BI untuk obligasi BLBI selesai dibayar tuntas lunas,” tandasnya. (*)

Berita Terbaru

Cerita Kita,

Bengawan Solo di Suriname

Saat mengikuti ibadah minggu pagi 1 November 2026 di Gereja Jawa & Belanda (Javanese and Dutch Church) jemaat Doeta Watjana di Paramaribo Suriname, salah satu