Wawali Bontang Agus Haris menemukan minimnya ventilasi dan pendingin udara

Sidak Tiga SPPG Bontang, Ini Temuan Agus Haris

avatar Michael Fredy Yacob
Wakil Wali Kota Agus Haris saat meninjau salah satu SPPG di Bontang Selatan.
Wakil Wali Kota Agus Haris saat meninjau salah satu SPPG di Bontang Selatan.

BONTANG, sanubari.co.id - Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bontang Selatan, Rabu, 23 September 2026.

Ada tiga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didatangi Agus Haris, yakni SPPG 01, SPPG 04, dan SPPG 06. Sejumlah pejabat turut mendampingi sidak tersebut.

Baca Juga: Anak-Anak Kita Tidak Bisa Menunggu: Membela MBG di Tengah Amarah yang Beralasan

Agus Haris mengatakan, sidak dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap kualitas dan keamanan pangan yang disajikan kepada anak-anak. Langkah itu juga untuk mencegah terulangnya insiden yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang Ahmad Aznem serta perwakilan Dinas Kesehatan Kota Bontang ikut dalam sidak tersebut. Mereka mengecek langsung kebersihan dapur dan kualitas bahan baku, seperti sayuran, ayam, dan ikan.

Dari tiga lokasi yang dikunjungi, Agus Haris menemukan persoalan serupa. Pendingin ruangan dan ventilasi udara di dapur dinilai masih sangat minim.

Kondisi itu membuat sejumlah pekerja dapur terlihat berkeringat saat mengolah makanan. Agus Haris menilai sirkulasi udara di sejumlah dapur belum memenuhi standar kelayakan.

Menurut dia, kondisi tersebut berisiko terhadap keamanan makanan. Keringat pekerja atau koki berpotensi mencemari makanan yang sedang diolah sebelum disajikan kepada anak-anak penerima MBG.

"Tiga lokasi yang kami kunjungi ini pendinginannya masih sangat kurang. Kami sudah meminta pengelola agar segera menambah pendingin atau exhaust fan. Tujuannya agar sirkulasi udara membaik," kata Agus Haris kepada awak media seusai sidak.

Agus Haris menegaskan pengelola dapur yang tidak segera memperbaiki standar kebersihan dan sirkulasi udara dapat dikenai sanksi.

Baca Juga: Dari Volksküchen ke MBG: Gizi, Generasi, dan Kedaulatan Bangsa

Sanksi akan diberikan secara bertahap, mulai dari teguran tertulis hingga penghentian operasional fasilitas dapur. Selain ventilasi, sidak juga menyoroti kualitas bahan baku yang digunakan dalam program MBG.

Agus Haris menegaskan penggunaan bahan makanan beku atau frozen food tidak lagi direkomendasikan. Kebijakan tersebut menyusul kasus keracunan akibat ayam suwir beku yang terjadi pada bulan sebelumnya.

"Kami tidak merekomendasikan penggunaan bahan makanan frozen. Melalui sidak ini, kami menginformasikan sekaligus memperingatkan seluruh pengelola SPPG dan kepala dapur se-Kota Bontang," tegas Agus Haris.

Menurut Agus Haris, penggunaan bahan baku beku berisiko terhadap keamanan pangan, terutama jika proses penyimpanan dan pengangkutan tidak terjamin. Bahan makanan yang dikirim dari luar pulau, kata dia, sulit dipastikan kondisi rantai dinginnya selama perjalanan sehingga berpotensi tercemar bakteri.

Baca Juga: Pupuk Kaltim Latih Petani Kompos

Agus Haris mengatakan pengelola dapur yang tetap menggunakan bahan makanan beku tanpa alasan kedaruratan pasokan resmi akan ditindak.

"Pokoknya tidak boleh pakai frozen food, ingat ya. Kalau ada saya temukan, akan disanksi dan bisa kami tutup dapurnya," tegas Agus Haris.

Pemerintah Kota Bontang memastikan pengawasan terhadap dapur MBG tidak berhenti setelah sidak tersebut. Koordinasi dengan pengelola MBG dan tim kesehatan akan terus dilakukan secara berjenjang.

Langkah itu dilakukan untuk menjaga standar kebersihan dapur sekaligus memastikan makanan yang disajikan kepada anak-anak aman dan memenuhi standar keamanan pangan. (*)

Berita Terbaru