Pameran produk inovatif perkuat ekosistem ekonomi kreatif dan menjadi daya tarik baru pariwisata Jat

Festival Ekraf Jatim Dongkrak UMKM

Reporter : Robby
Salah satu tenan kopi saat mengisi Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata pada ajang Pameran Kopi dan Ekonomi Kreatif 2026 di Lapangan Atletik, Unesa.

SURABAYA, sanubari.co.id - Produk lokal Jawa Timur kian unjuk gigi. Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata pada ajang Pameran Kopi dan Ekonomi Kreatif 2026 di Lapangan Atletik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), sukses menyedot perhatian publik.

Festival yang dilaksanakan, Kamis, 16 Juli 2026 itu tak sekadar menjadi etalase promosi. Melainkan ruang interaksi strategis antara pelaku usaha, pemerintah, dan konsumen.

Baca juga: Festival Kopi Hidupkan Kota Lama

Ratusan pengunjung memadati area pameran selama dua hari penyelenggaraan. Mereka memburu beragam produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sembari menikmati hiburan musik sejak pagi hingga malam. 

Antusiasme ini menjadi sinyal positif bahwa produk lokal kian diminati dan berpeluang besar memperkuat sektor pariwisata daerah. Sedikitnya 20 tenant dari Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo memamerkan produk khasnya. 

Kopi Nusantara, minuman tradisional, aneka rempah, makanan olahan, hingga camilan inovatif laris manis diserbu pengunjung. Momen ini juga dimanfaatkan konsumen untuk menyelami cerita di balik setiap karya yang dipamerkan.

Menariknya, pameran ini membuka ruang dialog langsung. Konsumen bisa bertanya kepada pelaku UMKM seputar proses produksi, kualitas bahan baku, hingga strategi bisnis. Interaksi ini efektif membangun kepercayaan sekaligus memperkuat citra merek lokal.

Sinergi Pentahelix Pariwisata

Diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Jatim, festival ini adalah langkah konkret memperkuat ekosistem industri kreatif.

Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Ekonomi Kreatif Jawa Timur, Ali Afandi, menegaskan festival ini adalah wujud komitmen pemerintah dalam memperluas jangkauan pasar UMKM.

“Festival ini tak hanya memamerkan produk, tapi juga mempertemukan pelaku usaha dengan pasar yang lebih masif,” kata Ali, dalam rilis yang diterima sanubari.co.id, Jumat, 31 Agustus 2026.

Produk yang tampil, kata Ali, merupakan hasil inovasi yang berpotensi tembus ke pasar nasional hingga global. 

Baca juga: Kutukan Lawu Bagi Warga Blora

Menurut dia, pariwisata kiwari tak bisa lagi hanya mengandalkan pesona alam atau kekayaan budaya. Produk kreatif telah menjadi elemen vital dalam membangun identitas sebuah destinasi.

"Ketika wisatawan datang, mereka tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga membawa pulang produk khas daerah sebagai identitas yang melekat pada tempat tersebut," tutur Ali.

Meski potensial, Ali mengakui industri kreatif Jatim masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti peningkatan kapasitas produksi, konsistensi kualitas, hingga daya saing global. 

Karena itu, pembangunan ekonomi kreatif mutlak membutuhkan sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, pengusaha, akademisi, komunitas, dan media. "Kerja sama semua unsur ini menjadi kunci penciptaan peluang usaha dan lapangan kerja baru," jelasnya.

Berkah bagi UMKM Kopi

Manfaat festival ini dirasakan langsung oleh para pesertanya. Andre, pemilik UMKM Scooterkopi, memanfaatkan pameran ini untuk mengedukasi masyarakat tentang kekayaan rasa kopi Nusantara.

Baca juga: Festival Kopi Surabaya Dorong Ekonomi Kreatif

"Kami khusus membawa ragam produk biji kopi dari seluruh Indonesia," kata Andre. Gerainya yang memajang aneka biji kopi dari Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi, hingga Papua sukses menjadi magnet bagi para pecinta kopi.

Menurut Andre, pertemuan tatap muka dengan konsumen amat efektif untuk memperluas pasar dan membuka jejaring kerja sama bisnis baru. Ia berharap agenda serupa rutin digelar dengan promosi yang lebih masif. 

"Semakin banyak pengunjung, semakin besar produk lokal dikenal luas. Dampaknya pasti positif bagi pertumbuhan UMKM," ucapnya.

Antusiasme tinggi sepanjang acara membuktikan produk lokal bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan komponen utama dari pengalaman wisata.

Lewat kolaborasi yang apik, Jawa Timur diyakini mampu mengukuhkan posisinya sebagai episentrum industri kreatif nasional. (*)

Editor : Michael Fredy Yacob

Serba Serbi
Jumat, 31 Jul 2026 23:01 WIB
Kamis, 30 Jul 2026 22:56 WIB
Kamis, 30 Jul 2026 16:55 WIB
Rabu, 29 Jul 2026 17:23 WIB
Berita Populer
Rabu, 29 Jul 2026 13:24 WIB
Senin, 27 Jul 2026 19:00 WIB
Rabu, 29 Jul 2026 18:14 WIB
Senin, 27 Jul 2026 18:47 WIB
Minggu, 26 Jul 2026 13:24 WIB
Berita Terbaru