SURABAYA, sanubari.co.id - Polemik antara HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) kian memanas menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Setelah dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan penghinaan dan fitnah, Gus Lilur melontarkan tantangan terbuka kepada empat tokoh penting NU.
Baca juga: Gus Yahya Tinjau Arena Muktamar
Tantangan itu diajukan sebagai pembuktian atas tuduhan yang memicu perselisihannya dengan Gus Kikin. Gus Lilur menantang keempat tokoh tersebut untuk mengarang atau membaca kitab kuning langsung di arena Muktamar NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Empat figur yang disasar adalah Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Gus Kikin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Perindustrian Nusron Wahid.
"Berhubung saya dipidana karena dituduh memfitnah Gus Kikin tidak bisa ngaji, tentu saya harus membuktikan bahwa tuduhan itu benar," ujar Gus Lilur dalam pernyataan terbukanya.
Baca juga: Menolak LPJ, Menyelamatkan Marwah NU
Ia menambahkan konsekuensi tegas jika para tokoh tersebut gagal menjawab tantangannya. "Kalau ternyata keempatnya tidak bisa ngaji, saya minta mereka mondok di Pesantren Tambakberas, lokasi Muktamar NU, sampai bisa ngaji," katanya.
Konflik ini sebelumnya meruncing setelah Forum Advokasi Rekonsiliasi Untuk Keadilan (FARUK) melaporkan Gus Lilur ke Bareskrim Mabes Polri. FARUK mengadukan konten podcast di media sosial yang memuat pernyataan Gus Lilur karena dinilai merendahkan dan menyerang kehormatan pribadi Gus Kikin.
Meski demikian, Ketua FARUK M. Chalid menegaskan pihaknya tetap membuka pintu tabayyun dan ishlah. Ia berharap tensi ketegangan tidak meluas di kalangan warga nahdliyin menjelang perhelatan tertinggi organisasi tersebut.
Baca juga: Gus Lilur Minta Prabowo Cegah Intervensi NU
Muktamar NU ke-35 menjadi panggung krusial perbutan kepemimpinan PBNU. Peta dukungan mulai mengkristal, salah satunya dari GP Ansor Tangerang Selatan yang menyokong KH Miftahul Akhyar sebagai Rais Aam dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum.
Di sisi lain, Gus Lilur mengimbau agar mekanisme pemilihan dalam Muktamar NU berjalan independen dan transparan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari empat tokoh PBNU terkait tantangan terbuka tersebut. (*)
Editor : Michael Fredy Yacob