BONTANG, sanubari.co.id - Dua hari sudah cuaca di Kota Taman terlihat mendung. Matahari tak leluasa untuk menyinari kota ini. Tidak seperti beberapa hari sebelumnya yang terasa sangat panas. Bukan karena hujan akan turun, tetapi kabut asap yang mulai menebal.
Kabut asap ini tidak hanya menghiasi langit kota tersebut. Tetapi, sampai masuk ke dalam rumah. Di luar rumah, pandangan mata mulai terbatas. Beberapa pengendara kendaraan roda dua pun sudah terlihat menggunakan masker.
Baca juga: 700 Prajurit TNI Dikirim Amankan Perbatasan Indonesia-Malaysia
Masyarakat kembali dipaksa untuk terbiasa menggunakan masker –sama seperti saat pandemi Covid-19, beberapa tahun lalu. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni pun meminta masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, semua fasilitas kesehatan (Faskes) yang ada harus bersiaga penuh. Tujuannya untuk berjaga-jaga jika ada masyarakat yang terdampak kesehatannya akibat kabut asap yang makin hari semakin tebal.
Instruksi lain yang tidak diharapkan pun keluar: semua sekolah harus melakukan pembelajaran secara online. Bukan meliburkan sekolah. Dia meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang untuk menjalankan instruksi itu.
Kebijakan itu resmi diberlakukan mulai hari ini, Kamis, 17 September 2026. Akan berakhir sampai instruksi selanjutnya muncul. Tentu ketika kondisi asap mulai redah. Walau, sampai saat ini tidak ada surat secara resmi untuk kebijakan tersebut.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha menyebut belajar online ini adalah pembelajaran jarak jauh (PJJ). Walau sebenarnya, banyak sekolah yang hari ini tetap melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasa di sekolah.
“Bagi sekolah yang terlanjur melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasa di sekolah, kami minta agar mempercepat proses kepulangan siswa,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Kamis, 17 September 2026.
Baca juga: 3.000 Pelari Ramaikan Merdeka Run
Kebijakan ini tidak hanya untuk proses belajar mengajar. Tetapi, diberlakukan juga untuk ekstrakurikuler di sekolah. “Kami minta seluruh satuan pendidikan menjalankan arahan tersebut sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” tambahnya.
Abdu Safa menjelaskan, keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi. Meski kualitas udara Bontang saat ini masih berada dalam kategori sedang, pihaknya tidak ingin menunggu hingga kualitas udara masuk kategori buruk. “Kami tidak mau menunggu kualitas udara menjadi buruk baru siswa diliburkan,” ujarnya.
Menurut Abdu Safa, kondisi udara saat ini sudah terasa tidak nyaman, termasuk bagi orang dewasa. Karena itu, pihaknya memilih mengambil langkah pencegahan untuk melindungi peserta didik dari dampak kabut asap.
“Jangankan anak-anak, kita yang dewasa saja tidak nyaman. Makanya saya langsung mengimbau seluruh kepala sekolah untuk melaksanakan PJJ sampai kondisi udara kembali membaik,” pungkasnya.
Baca juga: Pupuk Kaltim Sabet TJSLP Award 2025
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Usman mengatakan, asap yang saat ini menyelimuti Kota Taman bukan karena kebakaran yang terjadi di dalam kota. Ini merupakan asap kiriman dari daerah lain.
Walau ia mengaku, ada saja titik api yang muncul di wilayah Bontang. Tetapi, tidak lama. Tidak sampai meluas. Langsung berhasil dijinakkan. “Paling lama api itu nyala ya sekitar 10 menit. Kalau sekarang ini murni dari daerah lain,” ungkapnya.
Namun kemarin, Rabu, 16 September 2026, ia mengungkapkan, tidak ada kebakaran lahan yang terjadi. Pun termasuk di daerah luar Bontang yang berbatasan langsung dengan kota itu.
“Saya koordinasi dengan Kutim, di dekat Bontang tidak ada lahan yang terbakar. Tapi semoga kondisi ini cepat berakhir. Agar, aktivitas bisa kembali pulih seperti biasa,” tegasnya. (*)
Editor : Michael Fredy Yacob