Aceh, sanubari.co.id — Hujan deras yang disertai angin kencang dan petir mengguyur Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, sejak 16 September 2026 sore.
Akibatnya, banjir merendam permukiman warga di tujuh kecamatan. Hingga hari Kamis, 17 September 2026, dini hari, genangan air dilaporkan belum sepenuhnya surut.
Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Masih Berlangsung, 209 Penerbangan dari Jakarta Terdampak
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, mengatakan hujan mulai turun sejak pukul 15.00 WIB dan memicu banjir di sejumlah wilayah secara bersamaan.
"Ketinggian banjir di pemukiman warga bervariasi mulai 35 sentimeter hingga 1 meter," kata Bahron.
Tujuh kecamatan yang terdampak yaitu Jeumpa, Kuala Batee, Tangan-Tangan, Setia, Blangpidie, Manggeng, dan Susoh.
Dampak paling signifikan terjadi di Kecamatan Blangpidie, tempat ratusan rumah warga terendam air.
Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Abdya, Mukhsin, merinci sejumlah desa yang terdampak parah.
Di Gampong Kuta Bahagia, sekitar 40 rumah terendam dengan ketinggian air mulai dari selutut hingga sepinggang orang dewasa.
Di Gampong Lhung Tarok, sekitar 41 rumah terdampak dengan ketinggian air rata-rata di atas lutut, sementara di Gampong Lam Kuta sebanyak 14 rumah turut terendam.
Baca Juga: Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tibet, Ratusan Orang Jadi Korban
Dampak terparah tercatat di Gampong Alue Manggota, dengan sekitar 100 rumah terendam air setinggi satu meter. Banjir juga menggenangi jalan nasional di kawasan Baharu dan Keude Paya, sempat mengganggu arus lalu lintas warga.
"Curah hujan cukup tinggi disertai angin dan petir. Banjir terjadi di sejumlah wilayah dan saat ini tim masih melakukan pemantauan serta pendataan di lapangan," ujar Mukhsin.
Selain banjir, hujan deras tersebut juga memicu tanah longsor di Desa Cot Mane, Kecamatan Jeumpa. Bencana ini turut berdampak pada sektor pertanian.
Ratusan hektare sawah padi milik warga di Kemukiman Iku Lhueng, Kecamatan Blangpidie, ikut terendam air setinggi satu hingga 1,5 meter dan terancam mengalami gagal panen.
Baca Juga: PT PKT Bantu Petani Padang Bangkit
Staf Pusat Data dan Informasi BPBA, Haslinda, memastikan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat bencana tersebut.
"Korban jiwa nihil. Untuk korban terdampak dan pengungsi masih dalam pendataan," kata Haslinda.
Pihak BPBA dan BPBD Abdya terus memantau perkembangan di lapangan sekaligus mendata jumlah warga terdampak dan kerugian yang ditimbulkan.
Warga pun diimbau tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah tersebut diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. (*)
Editor : Robby