Rampungkan Tahap Awal Bisnis Rokok BARONG Group

Gus Lilur Bangun Jaringan Industri Rokok dari Gudang Tembakau hingga 19 Pabrik

avatar sanubari.co.id
Gus Lilur
Gus Lilur

SURABAYA, sanubari.co.id - HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, telah menyelesaikan tahap awal pembangunan usaha rokok. Usaha yang ia rintis melalui sejumlah perusahaan dalam jaringan Bandar Rokok Nusantara Global Group (BARONG Group).

Tahap awal tersebut mencakup pembentukan sekaligus penyelesaian legalitas perusahaan. Berbagai perusahaan itu bergerak di bidang rokok, tembakau, hingga distribusi.

Baca Juga: Gus Lilur Bentuk Barong Group, Bidik Pasar Rokok Global

Gus Lilur, sapaannya, menjelaskan saat ini ia telah menyiapkan enam induk perusahaan rokok. Dari enam perusahaan itu, lima di antaranya telah menuntaskan proses legalitas. Sementara satu perusahaan lainnya masih dalam tahap pengurusan.

Dari lima perusahaan yang telah memiliki legalitas lengkap, satu perusahaan bahkan telah memiliki pabrik rokok beserta seluruh perlengkapannya. Enam perusahaan rokok yang ia dirikan adalah Rokok Bintang Sembilan (RBS). 

Lalu ada Bandar Rokok Nusantara (BARON), Joko Tole Nusantara (JOLENTARA), Madura Tembakau Nusantara (MADANTARA), Bandar Rokok Nusantara Global (BARONG), serta Madura Indonesia Tembakau (MASAKU).

Selain perusahaan rokok, Gus Lilur juga membangun dua induk perusahaan tembakau, yakni Nusantara Global Tobacco (NGO) dan Bandar Tembakau Indonesia yang dikenal dengan nama BAKAU Indonesia.

Untuk memperkuat jaringan logistik dan distribusi, ia juga mendirikan satu induk perusahaan distribusi bernama Angkut Barang Seluruh Nusantara (ABANG SETARA).

Menurut dia, setelah tahap legalitas rampung, fokus berikutnya adalah ekspansi usaha berskala besar. Ia menegaskan rencana pengembangan tersebut menggabungkan konsep usaha rakyat dengan skala konglomerasi industri.

“Saya merasa sudah selesai dengan persiapan tahap awal usaha, yaitu legalitas usaha. Langkah selanjutnya yang sedang saya rancang dan siapkan adalah ekspansi usaha,” kata Gus Lilur dalam keterangannya, Ahad, 15 Maret 2026.

Dalam rencana ekspansi tersebut, ia akan membangun gudang tembakau besar di tiga provinsi, yakni Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Tengah.

Di Jawa Timur, gudang tembakau akan dibangun di Sumenep, Pamekasan, Situbondo, Probolinggo, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

Di wilayah Nusa Tenggara Barat, gudang tembakau direncanakan berdiri di Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Kota Mataram. Sementara di Jawa Tengah, gudang tembakau akan dibangun di Temanggung, Wonosobo, Demak, Kudus, Pati, Magelang, dan Jepara.

Selain membangun gudang tembakau, Gus Lilur juga merancang pembangunan 19 pabrik rokok besar di 19 kabupaten di tiga provinsi tersebut.

Sebanyak 17 pabrik akan berdiri di daerah yang juga memiliki gudang tembakau, sedangkan dua pabrik lainnya akan dibangun di wilayah yang tidak memiliki gudang tembakau, yaitu Sidoarjo dan Malang.

Ia menyebut pabrik-pabrik tersebut akan dikembangkan sebagai pabrik rokok level menengah hingga besar dengan standar skala internasional.

Namun demikian, Gus Lilur menegaskan konsep bisnis yang ia bangun tidak hanya berorientasi pada industri besar. Ia juga berencana membangun serta membina perusahaan rokok skala kecil dan menengah atau PR UMKM di berbagai daerah.

Baca Juga: Baron Grup Proyeksikan Ekspansi Pasar Rokok Asia–Australia

Di 17 kabupaten yang akan memiliki gudang tembakau, ia berencana mendirikan ratusan perusahaan rokok UMKM. Setiap perusahaan rokok UMKM tersebut nantinya hanya akan mempekerjakan sekitar 20 karyawan.

“PR UMKM ini hanya akan mempekerjakan 20 karyawan per PR. Namun jika saya membangun, membina, dan membiayai 2.000 PR UMKM di 17 kabupaten di tiga provinsi, maka artinya saya akan memiliki 40 ribu karyawan,” ujarnya.

Perusahaan rokok UMKM tersebut akan menjalankan sistem produksi manufacturing atau maklun dengan fokus pada enam jenis rokok kretek yang menggunakan enam jenis tembakau berbeda dari berbagai daerah penghasil tembakau di Indonesia.

Jenis rokok tersebut meliputi Virginia Blend yang menggunakan tembakau Lombok, Oriental Blend yang menggunakan tembakau Madura, Burley Blend yang menggunakan tembakau dari Jember dan Banyuwangi.

Juga Besuki Blend yang menggunakan tembakau Situbondo, Lumajang Blend yang menggunakan tembakau Lumajang, serta Srintil Blend yang menggunakan tembakau Temanggung.

Menurut dia, integrasi antara 19 pabrik rokok besar dengan 2.000 perusahaan rokok UMKM tersebut diharapkan mampu melahirkan kekuatan industri rokok nasional yang besar dan berdaya saing global.

“Maka dari Republik Indonesia akan lahir pengusaha rokok raksasa yang akan mampu menjadi kaisar rokok dunia,” katanya.

Ia menambahkan gagasan besar tersebut tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Baca Juga: Dari Surel ke Regulasi: Usulan Gus Lilur Disebut Jadi Inspirasi Aturan Baru Lobster

“Pengusaha murni yang hanya berorientasi pada keuntungan tentu itu bukan saya. Saya selalu berdoa kepada Sang Kuasa agar Sang Pemilik Alam Semesta menitipkan rezeki miliaran hamba-Nya di tangan saya,” ungkapnya.

Gus Lilur menyebut konsep, strategi, serta rencana bisnis tersebut ia rampungkan saat berada di Manila, Filipina.

“Dari kamar 1210 Hotel Sheraton Manila Bay di Manila, Filipina, pada Ahad, 15 Maret 2026 pukul 12.24 waktu Manila, konsep, strategi, rencana bisnis, dan usaha rokok untuk menjadi kaisar pengusaha rokok dunia saya selesaikan pembuatannya,” ujarnya.

Ia berharap rencana tersebut mendapat dukungan serta keberkahan dalam pelaksanaannya.

“Semoga Allah menyertai seluruh rencana ini dengan ridho dan ma’unah-Nya. Aamiin. InsyaAllah. MasyaAllah. Bismillah,” katanya.

Ia juga berharap gagasan tersebut dapat menginspirasi masyarakat Indonesia, khususnya dalam mengembangkan potensi tembakau nasional.

“Semoga berfaedah dan menginspirasi Indonesia agar tidak ada lagi warga negara Indonesia yang tidak bangga menjadi warga negara Indonesia. Saatnya petani tembakau Indonesia kaya, saatnya rokok Indonesia berjaya, saatnya Republik Indonesia jaya raya,” terangnya. (*)

Berita Terbaru