JAKARTA, sanubari.co.id - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berkomitmen menghadirkan layanan publik yang lebih cepat dan transparan.
Komitmen ini ditegaskan dalam peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru) 2026 yang mengusung tema "Transformasi, Melayani Lebih Pasti", Kamis, 24 September 2026.
Baca Juga: DPR Resmi Sahkan UU Reforma Agraria
Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, minta jajarannya menjadikan peringatan 66 tahun berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) ini sebagai pendorong pengabdian kepada masyarakat.
"Transformasi dan melayani lebih pasti harus menjadi cara kerja kita sehari-hari," kata Nusron saat menjadi inspektur upacara di Gedung Kementerian ATR/BPN, Jakarta.
Nusron menyatakan, transformasi kelembagaan bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan kepuasan publik.
Ia menuntut agar setiap perubahan kebijakan, organisasi, teknologi, maupun sistem pelayanan membawa manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat pusat hingga daerah untuk mematuhi standar waktu pelayanan. Proses birokrasi, kata dia, wajib berjalan akuntabel.
"Setiap sengketa dan konflik pertanahan harus ditangani dengan kesungguhan, ketegasan, dan keberanian yang berpijak pada hukum," ujarnya.
Untuk mendongkrak kualitas layanan, kementerian telah meluncurkan Tiga Transformasi Layanan dan Organisasi pada 17 Agustus lalu.
Baca Juga: Skema Baru Penanganan Konflik Agraria
Ketiga program tersebut meliputi Pengukuran Terjadwal, Peralihan Hak Terintegrasi (Perintis) 10 Hari, serta Organisasi Berbasis Kewilayahan.
Saat ini, layanan Pengukuran Terjadwal telah berjalan di 465 Kantor Pertanahan (Kantah) atau mencakup 96,3 persen secara nasional.
Layanan ini mematok waktu penyelesaian Peta Bidang Tanah maksimal 12 hari. Adapun program Perintis, yang menargetkan peralihan hak maksimal 10 hari, akan diperluas penerapannya hingga ke 109 Kantah.
Perbaikan layanan itu dibarengi dengan perombakan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Kantah, dari yang sebelumnya menggunakan pendekatan tematik menjadi kewilayahan.
Baca Juga: KPK Terus Dalami Hasil OTT di Bogor, Sejumlah Nama Besar Terseret
Setelah diuji coba pada 10 Kantah di tahap pertama, perombakan ini berlanjut ke 50 Kantah lainnya.
Menutup amanatnya, Nusron mengingatkan kembali marwah reforma agraria di momen Hantaru. "Semangat reforma agraria adalah semangat kita untuk maju bersama demi mewujudkan keadilan yang lebih baik," tuturnya.
Upacara peringatan Hantaru 2026 ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, beserta jajaran pejabat teras kementerian.
Acara diwarnai dengan pembacaan sejarah kementerian, pengibaran pataka, hingga pemotongan tumpeng oleh Menteri Nusron. (*)
Editor : Michael Fredy Yacob