Pupuk Kaltim menyalurkan bantuan sarana produksi senilai Rp100 juta untuk tiga kelompok tani terdamp

PT PKT Bantu Petani Padang Bangkit

sanubari.co.id
Pemberian bantuan secara simbolis kepada petani di Padang, Sumatera Barat.

PADANG, sanubari.co.id - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, tak hanya merusak permukiman. Aktivitas pertanian, yang menjadi sumber penghidupan sebagian warga, ikut terganggu. 

Lahan dan kegiatan produksi petani terdampak, sementara kebutuhan untuk kembali bercocok tanam tetap berjalan.

Baca juga: Erupsi Anak Krakatau Masih Berlangsung, 209 Penerbangan dari Jakarta Terdampak

PT Pupuk Kalimantan Timur menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian senilai Rp100 juta kepada tiga kelompok tani terdampak banjir. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu petani mengolah kembali lahan dan memulai aktivitas budidaya.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra mengatakan, bantuan diberikan kepada Kelompok Tani Lapau Munggu, Kelompok Tani Anugrah, dan Kelompok Tani Patamuan. Bantuan berupa pupuk, pestisida, benih, serta alat dan mesin pertanian.

“Pupuk Kaltim turut merasakan keprihatinan atas dampak yang dialami masyarakat akibat bencana banjir. Untuk itu, kami hadir mendukung proses pemulihan agar masyarakat, khususnya petani, dapat kembali menjalankan aktivitas dan menggerakkan perekonomian,” ujar Rafli, Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurut Rafli, dampak bencana terhadap petani tidak berhenti pada kerusakan lahan. Terhentinya kegiatan produksi juga dapat mengganggu pendapatan dan keberlangsungan usaha tani, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kesejahteraan keluarga.

Karena itu, pemulihan sektor pertanian, kata dia, perlu menjadi bagian dari penanganan pascabencana. Ketersediaan pupuk, benih, pestisida, dan peralatan menjadi kebutuhan awal agar petani dapat kembali mengolah lahan dan berproduksi.

“Ketika para petani terdampak, pemulihan sektor pertanian perlu menjadi perhatian bersama. Melalui bantuan ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban para petani agar mereka dapat kembali bangkit,” kata Rafli.

Kembali berproduksinya petani juga berkaitan dengan ketahanan pangan dan perputaran ekonomi di tingkat masyarakat. 

Pemulihan, menurut Rafli, semestinya tidak berhenti pada penanganan kerusakan akibat bencana, tetapi berlanjut hingga masyarakat mampu kembali mandiri.

Pupuk Kaltim, kata Rafli, menempatkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. 

Program tersebut diharapkan memberi manfaat bukan hanya untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan kemandirian penerima manfaat.

“Kami percaya, pemulihan pascabencana membutuhkan semangat kebersamaan. Karena itu, Pupuk Kaltim terus membuka ruang kolaborasi sekaligus mengambil bagian dalam menyikapi berbagai kondisi sosial di masyarakat,” ujarnya.

Mewakili Pemerintah Kota Padang, Kepala Dinas Pertanian Yoice Yuliani mengapresiasi bantuan tersebut. Menurut dia, sarana produksi menjadi kebutuhan penting bagi petani yang tengah berupaya memulihkan kegiatan pertanian setelah banjir.

Baca juga: 3.000 Pelari Ramaikan Merdeka Run

“Kami sampaikan terima kasih kepada Pupuk Kaltim atas kepedulian bagi kelompok tani terdampak banjir di Kota Padang. Bantuan sarana produksi pertanian ini tentunya sangat bermanfaat bagi petani dalam proses pemulihan lahan,” ujar Yoice.

Yoice mengatakan bencana dapat menghambat produksi pertanian, merusak sarana pendukung, dan mengurangi kemampuan petani menjalankan usaha tani secara optimal. Pemulihan karena itu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya pemerintah.

Dukungan dunia usaha dan masyarakat, kata dia, diperlukan untuk mempercepat pemulihan sekaligus membantu petani kembali produktif.

“Salah satu kebutuhan penting adalah dukungan sarana produksi agar petani dapat kembali mengelola lahan dan memulai proses produksi,” katanya.

Yoice berharap bantuan tersebut segera dimanfaatkan oleh tiga kelompok tani penerima sehingga kegiatan pertanian dapat kembali berjalan secara bertahap.

“Bantuan seperti ini menunjukkan adanya kepedulian dan sinergi yang baik antara perusahaan dengan pemerintah dan masyarakat. Kami pun mengajak seluruh kelompok tani penerima manfaat untuk segera kembali produktif,” tutur Yoice.

Bagi petani penerima, bantuan itu menjadi modal awal untuk kembali menggarap lahan yang sempat terdampak banjir.

Baca juga: Pupuk Kaltim Sabet TJSLP Award 2025

Ketua Kelompok Tani Lapau Munggu, Masri, mengatakan bantuan pupuk dan peralatan pertanian membantu kelompoknya memenuhi kebutuhan untuk kembali menjalankan usaha tani.

“Adanya bantuan pupuk hingga alat pertanian sangat membantu kami untuk kembali bangkit dan melanjutkan usaha tani. Terima kasih kepada Pupuk Kaltim atas kepedulian yang diberikan. Ini menjadi semangat kami untuk kembali produktif,” ujar Masri.

Pupuk Kaltim menegaskan akan terus mengambil peran melalui program sosial dan pengembangan sektor strategis.

Perusahaan menyatakan program tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat langsung sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah.

Bantuan kepada petani terdampak banjir di Kota Padang menjadi salah satu upaya perusahaan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat. 

Di sektor pertanian, pemulihan itu dimulai dari hal yang paling mendasar: memastikan petani memiliki sarana untuk kembali menanam dan menghasilkan. (Adv)

Editor : Michael Fredy Yacob

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru