Kelompok masyarakat membawa tuntutan sengketa agraria dan konflik HGU ke Kantor Gubernur Kaltim

Warga Korban Konflik Lahan di Kaltim Bersiap Gelar Aksi “Ketuk Pintu Gubernur”

avatar Jay Verdade
Koordinator Aksi, Nina Iskandar
Koordinator Aksi, Nina Iskandar

SAMARINDA, sanubari.co.id - Aksi damai bertajuk “Ketuk Pintu Gubernur” akan dilaksanakan di halaman kantor Gubernur Kaltim, Senin, 18 Mei 2026. Hal itu karena konflik lahan dan sengketa agraria di Bumi Etam di berbagai kabupaten/kota di provinsi itu.

Aksi tersebut disebut melibatkan masyarakat yang mengaku terdampak konflik tanah dengan perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU). Massa membawa tuntutan terkait sengketa lahan yang dinilai belum mendapatkan kepastian hukum maupun penyelesaian yang jelas.

Baca Juga: RUU Pertanahan Akhiri Tumpang Tindih

Koordinator aksi, Nina Iskandar mengatakan, gerakan tersebut muncul dari banyaknya keluhan masyarakat. Mereka merasa kesulitan memperoleh perlindungan atas hak tanah mereka ketika berhadapan dengan perusahaan besar.

“Kami hanya ingin suara masyarakat didengar. Banyak warga merasa hak mereka tidak mendapat perhatian yang adil ketika berhadapan dengan perusahaan besar,” ujar Nina dalam siaran pers yang diterima media.

Menurut dia, konflik agraria di sejumlah wilayah Kalimantan Timur tidak hanya memicu sengketa administrasi, tetapi juga berdampak pada tekanan sosial dan ketidakpastian hidup masyarakat yang mengaku lahannya masuk dalam wilayah konsesi perusahaan.

Baca Juga: Syarifah Suraidah Harum Renovasi Rumah Warga Samarinda yang Tidak Layak Huni

Dalam aksi tersebut, massa disebut akan membawa berbagai dokumen pendukung, spanduk tuntutan, hingga menyampaikan aspirasi secara terbuka kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Mereka berharap pemerintah daerah tidak hanya menjadi penonton di tengah konflik berkepanjangan antara warga dan perusahaan pemegang HGU. “Melalui aksi ini kami ingin mengetuk pintu pemerintah agar hadir di tengah rakyat,” kata Nina.

Baca Juga: Ossy Dermawan: GTRA Harus Jadi Garda Depan Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Aksi “Ketuk Pintu Gubernur” juga disebut menjadi ajakan solidaritas terbuka bagi masyarakat lain yang mengalami persoalan serupa di berbagai daerah di Kalimantan Timur. Panitia mengklaim masih membuka komunikasi dengan warga yang ingin bergabung menyuarakan persoalan agraria secara damai. (*)

 

Berita Terbaru

Cerita Kita,

Negara Wajib Melindungi Rakyatnya

Oleh: HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, Founder & Owner Batara Group (Bandar Tambang Nusantara Group) DUA hari lalu, dalam Simposium Nasional Outlook

Serba Serbi,

Sertifikasi Rumah Gratis untuk MBR

JAKARTA, sanubari.co.id - Program sertifikasi sektor perubahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) telah disepakati. Kesepakatan itu dicapai dalam

Cerita Kita,

Prabowo untuk Indonesia Raya

Oleh: HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Kiai Kampung, Penulis Buku Prabowo untuk Indonesia Raya SAYA tertawa membaca sebuah meme yang sedang ramai