BONTANG, sanubari.co.id - Remaja kini menjadi sasaran peredaran narkotika. Termasuk penyalahgunaannya. Dalam tahun ini saja, Polres Bontang sudah menangkap tiga orang berstatus pengedar narkotika. Usianya masih di bawah 20 tahun.
Beberapa sekolah sudah mulai sadar dengan kondisi ini. Misalnya saja SMA Negeri 1 Bontang. Mereka menggandeng Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang untuk melakukan tes urine. Walau, kali ini hanya ditargetkan untuk murid baru saja.
Baca Juga: Faskes Bontang Siap Layani Rehabilitasi Narkoba
Ada 252 siswa dijadwalkan menjalankan tes urine dadakan tersebut. Sayangnya hanya 247 orang saja yang menjalani tes tersebut. Tes kali ini juga dilakukan menggunakan biaya dari kas SMAN 1 Bontang.
Kepala SMAN 1 Bontang, Kusman Dima mengatakan, tes urine ini merupakan bagian dari komitmen sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat. “Kalau pun ada indikasi, bisa cepat ditangani melalui rehabilitasi,” katanya, Kamis, 30 Juli 2026.
Ia mengakui, anggaran yang digunakan dalam membeli alat tes urine itu diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa). Harga satuannya sekitar Rp 100 ribu. “Kami ingin menjaga generasi muda. Khususnya di SMAN 1 bebas dari bahaya narkoba,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdani menyebut, ada lima siswa tidak hadir di sekolah saat kegiatan berlangsung. “Jadi lima anak ini ada yang tidak masuk. Alasannya karena sakit, ada juga yang ijin,” ungkapnya.
Baca Juga: MPLS Surabaya Fokus Karakter Anak
Dari hasil pemeriksaan itu, seluruh siswa yang diperiksa dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba. “Pengujian dilakukan dengan enam parameter. Alhamdulillah, semuanya negatif,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi contoh nyata pentingnya deteksi dini. Pendekatan yang dilakukan pun bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai bentuk perlindungan bagi generasi muda.
“Deteksi dini sangat penting. Jika ada yang terpapar, bisa segera dibantu untuk pulih, bukan dihukum. Tujuannya agar mereka tidak terjerumus lebih dalam,” jelasnya.
Baca Juga: Jawa Timur Perkuat Gerakan Antinarkoba hingga Pelosok Desa
Ia pun memberikan apresiasi khusus kepada SMAN 1 Bontang yang dinilai berani mengambil inisiatif. Bahkan, sekolah tersebut disebut sebagai yang pertama melakukan tes urine khusus bagi siswa baru di Bontang.
“Harapan kami, langkah ini bisa diikuti sekolah lain. Ini bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan pelajar,” tambahnya. (*)
Editor : Michael Fredy Yacob