Operasi Lilin 2025 di Bontang Digelar 14 Hari

Operasi Lilin 2025 Dimulai, 447 Personel Gabungan Amankan Natal dan Tahun Baru di Bontang

avatar Jay Verdade
Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano (kiri) saat memakaikan pita kepada salah satu personel menandakan Operasi Lilin 2025 dimulai.
Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano (kiri) saat memakaikan pita kepada salah satu personel menandakan Operasi Lilin 2025 dimulai.

BONTANG, sanubari.co.id - Operasi Lilin 2025 dimulai. Operasi itu untuk mengamankan hari raya Natal dan Tahun Baru. Upacara gelar pasukan pun sudah dilaksanakan di halaman markas Polres Bontang. Sekitar 447 personel gabungan dikerahkan dalam operasi kali ini.

Operasi ini mengusung paradigma baru pelayanan. Karena, tidak semata berfokus pada kelancaran lalu lintas saja dalam hari raya natal dan tahun baru, tetapi menjaga kenyamanan sosial dan spiritual masyarakat.

Baca Juga: Dari Panik ke Lega: Kisah Verawati Dapatkan Kembali Motornya yang Dicuri

Operasi Lilin 2025 ini akan dilaksanakan selama 14 hari. Mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Dengan melibatkan personel dari beberapa stakeholder di Kota Taman.

Kepala Polres Bontang AKBP Widho Anriano mengatakan, jumlah personel tadi, sebanyak 300 orang diantaranya merupakan personel Polres Bontang. Sementara, 147 lainnya merupakan personel gabungan.

Mulai dari Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang, Subdenpom, Kodim 0809/Bontang, Batalyon Yon Arhanud 7/Agni Bala Cakti, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan, BPBD Bontang dan OPD terkait. Termasuk di dalamnya adalah KSOP Bontang.

“Semua personel itu nantinya akan disebar di beberapa pos yang akan kita buat. Termasuk melakukan pengamanan di setiap gereja-gereja tepat di 25 Desember nanti,” katanya saat ditemui usai memimpin operasi apel gelar pasukan, Jumat 19 Desember 2025.

Perwira dengan melati dua di pundaknya ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan, soliditas dan profesionalisme seluruh personel pengamanan. Ia pun meminta agar personel pengamanan ini mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. 

Baca Juga: Pelaku Pembobolan Kotak Amal di 30 Masjid Bontang Akhirnya Ditangkap, Ini Pengakuannya

“Kehadiran aparat harus mampu memberikan rasa aman, menenangkan, dan menjamin pelaksanaan ibadah Natal 2025 dengan khidmat. Juga menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif pada perayaan Tahun Baru 2026,” ucapnya.

Ia juga meminta kepada seluruh personel untuk memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Sehingga pengamanan natal dan tahun baru di Kota Bontang dapat berjalan optimal. “Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan damai bagi seluruh masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Bontang Kompol Supriyadi menambahkan, di Kota Taman memiliki banyak obyek vital. Karena itu, salah satu pengamanan yang akan dilakukan di malam Tahun Baru nanti adalah pesta kembang api.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar waspada dan berhati-hati. Kami menyarankan agar lebih baik tidak melakukan pesta pergantian tahun dengan kembang api. Karena banyaknya obyek vital di Bontang. Bahaya kebakaran,” tegasnya.

Baca Juga: Realisasi Swasembada Pangan, Polres Bontang Tanam Jagung

Namun, berdasarkan pengalaman malam tahun baru di 2024, daerah yang pasti akan mengalami penumpukan masyarakat adalah simpang tiga Ramayana (Jalan MT Haryono). Karena titik itu adalah pusat pesta kembang api.

“Diindikasikan kemacetan total terjadi di simpang tiga Ramayana itu. Jadi, kami himbau masyarakat agar mengantisipasi pusat keramaian tersebut. Sehingga, bisa mencari jalur lain untuk dilintasi. Tapi nanti ada personel Satlantas yang mengatur lalu lintas,” ucapnya.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak melakukan pesta malam tahun baru dengan berlebihan. Misalnya saja dengan melakukan minum minuman keras (Miras) dan mengonsumsi narkotika. (*)

Berita Terbaru