Pemprov Jatim Ingin Jaga Daya Beli Masyarakat

Khofifah Gelar Pasar Murah di Permukiman Warga Kota Pasuruan Jelang Ramadan

avatar sanubari.co.id
Gubernur Jatim khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan beras yang dibeli masyarakat di pasar murah, Rabu, 28 Februari 2026.
Gubernur Jatim khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan beras yang dibeli masyarakat di pasar murah, Rabu, 28 Februari 2026.

PASURUAN, sanubari.co.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar pasar murah di lingkungan pemukiman warga RT 2 RW 5 Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Selasa, 17 Februari 2026. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya intervensi dini untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan.

Baca Juga: Momen Imlek, Khofifah Ajak Perkuat Toleransi dan Harmoni Jelang Ramadan

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, setiap menjelang bulan puasa permintaan kebutuhan pokok cenderung meningkat dan berpotensi memicu kenaikan harga. 

Karena itu, pasar murah digelar lebih awal agar masyarakat dapat menyambut Ramadhan dengan tenang tanpa khawatir gejolak harga.

“Setiap menjelang Ramadhan, permintaan meningkat dan berpotensi mendorong kenaikan harga. Kita lakukan intervensi lebih awal agar tidak terjadi gejolak. Pasar murah ini adalah langkah preventif agar masyarakat bisa menyambut Ramadhan dengan tenang,” kata Khofifah, Rabu, 18 Februari 2026.

Dalam pasar murah tersebut, sejumlah komoditas strategis dijual di bawah harga pasar. Di antaranya beras premium Rp 14 ribu per kilogram, beras medium Rp 11 ribu per kilogram, minyak goreng Rp 13 ribu per liter, dan gula pasir Rp 14 ribu per kilogram.

Selain itu tersedia telur ayam ras Rp 22 ribu per kemasan, tepung terigu Rp 10 ribu per kilogram, bawang putih Rp 6 ribu per 250 gram, bawang merah Rp 7 ribu per 250 gram. 

Ada juga cabai rawit merah Rp 4 ribu per 100 gram, cabai merah besar Rp 2 ribu per 100 gram, serta daging ayam ras Rp 30 ribu per kemasan.

Baca Juga: Adakan Pasar Murah, Khofifah: Komitmen Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan

Tak hanya penjualan bersubsidi, Khofifah juga menyerahkan bantuan beras dan telur secara gratis kepada lansia dan anak-anak yang hadir. 

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok sekaligus memperhatikan pemenuhan gizi keluarga, khususnya kelompok rentan.

Khofifah menegaskan, pengendalian harga tidak hanya dilakukan melalui pasar murah. Pemerintah provinsi juga memperkuat pengawasan distribusi, pemetaan stok, serta koordinasi lintas sektor guna mencegah kelangkaan dan praktik spekulasi.

“Menjelang Ramadhan ini, kita pastikan harga terkendali, stok aman, dan tidak ada ruang bagi spekulan memainkan harga. Itu komitmen kami. Kami ingin masyarakat fokus beribadah, bukan khawatir dengan kenaikan harga,” ujarnya.

Baca Juga: Khofifah Mulai Gerakan Sekolah Bebas Plastik

Kehadiran pasar murah disambut positif warga. Ifa Nur, warga RT 2, mengaku sangat terbantu karena sejumlah kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan harga.

“Alhamdulillah sangat membantu. Biasanya kalau mau masuk Ramadhan harga-harga naik. Di sini lebih murah dibandingkan di pasar, jadi bisa sedikit hemat untuk kebutuhan dapur,” katanya.

Hal serupa disampaikan Slamet, warga RT 1. Ia berharap kegiatan pasar murah dapat digelar secara rutin, terutama menjelang hari besar keagamaan.

“Kalau bisa rutin, karena menjelang puasa biasanya harga cabai, telur, dan beras naik. Dengan adanya pasar murah ini kami merasa diperhatikan dan terbantu,” ujarnya.

Berita Terbaru