BONTANG, sanubari.co.id - Pabrik Amonia Kaltim 2 milik PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) telah selesai di-revamping atau peremajaan. Pabrik ini merupakan pabrik amonia tertua di perusahaan tersebut. Diresmikan Presiden RI Soeharto pada 29 Oktober 1984.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmat Pribadi mengatakan, revamping Pabrik Amonia Kaltim 2 membawa dampak signifikan. Peremajaan ini mampu menekan biaya operasional hingga Rp 200 miliar per tahun.
Baca juga: Pupuk Kaltim Genjot Produksi dan Program Agrosolution untuk Dukung Petani Kaltim
Sekaligus membuat proses produksi menjadi lebih ramah lingkungan, dengan penurunan emisi karbon mencapai 110 ribu ton. Revamping dikerjakan oleh kontraktor lokal dengan 79 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat sekitar perusahaan itu berdiri.
“Di 1984, Indonesia sudah berani membangun pabrik amonia yang sangat modern. Itu adalah simbol visi besar tentang kemandirian industri dan ketahanan pangan. Visi tersebut terus kami jaga dan lanjutkan hingga hari ini,” katanya, Kamis, 29 Oktober 2026.
Baca juga: Investasi Aset Digenjot, PT BES Bidik Laba Rp 5,2 Miliar Tahun Depan
Peremajaan Pabrik Amonia Kaltim 2 merupakan bagian dari tujuh komitmen strategis Pupuk Indonesia yang telah disepakati bersama pemerintah. Dari tujuh komitmen tersebut, satu pabrik diresmikan hari ini. Sementara tiga lainnya masih dalam tahap pembangunan.
“Pabrik soda ash di Bontang, pabrik di Palembang, serta pabrik NPK di Cikampek saat ini sedang berjalan. Selain itu, ada tiga proyek lain yang tengah dipersiapkan untuk dilakukan ground breaking tahun ini,” ungkapnya.
Baca juga: Totok Lusida: Tingkatkan Industri untuk Tarik Investor Properti ke Bontang
Dengan roadmap tersebut, Pupuk Indonesia menargetkan dalam lima tahun ke depan akan ada pabrik baru yang diresmikan. Proyek strategis yang mulai dibangun setiap tahunnya, sebagai upaya memperkuat industri pupuk nasional dari hulu hingga hilir. (*)
Editor : Redaksi Sanubari