Langkah strategis yang sejalan dengan visi pemerintah Indonesia

Pupuk Kaltim Perkuat Pelabuhan Hijau

Reporter : Michael Fredy Yacob
Manajemen PT PKT saat berkunjung ke Kemenko Pangan

JAKARTA, sanubari.co.id - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat implementasi Green and Smart Port (GSP).

Transformasi pelabuhan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mewujudkan pengelolaan logistik yang modern, ramah lingkungan, serta berbasis digital.

Baca juga: Pupuk Kaltim Latih Petani Kompos

Komitmen tersebut menarik perhatian Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang langsung meninjau fasilitas pelabuhan Pupuk Kaltim.

Kunjungan ini bertujuan memperkuat koordinasi pelaksanaan program GSP, khususnya pada aspek ekologi, tata kelola, keselamatan, dan digitalisasi.

Senior Vice President SBU JPP Pupuk Kaltim, Deplian Maherdianta, menyatakan GSP adalah bukti nyata perusahaan dalam menghadirkan layanan pelabuhan yang unggul sekaligus berkelanjutan.

Beragam inovasi dikerahkan, mulai dari pembenahan manajemen pelabuhan, peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga pemanfaatan teknologi.

“Transformasi digital menjadi fokus kami agar pengawasan operasional lebih cepat, akurat, dan transparan,” ujar Deplian.

Aspek lingkungan turut menjadi perhatian utama. Pupuk Kaltim terus menyempurnakan program pengelolaan limbah agar aktivitas bongkar muat tidak mencemari sekitar. 

“Kami memastikan seluruh aktivitas di kawasan pelabuhan mencerminkan prinsip ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah,” kata Deplian. 

Baca juga: Pupuk Kaltim Khitan 150 Anak

Lingkungan kerja yang mumpuni, menurutnya, akan mendongkrak kualitas operasional secara signifikan.

Masukan dan hasil evaluasi dari pemerintah terkait pemeringkatan GSP akan dijadikan sarana perbaikan secara terus-menerus.

"Target kami, pelabuhan Pupuk Kaltim menjadi percontohan implementasi Green and Smart Port yang unggul dan berdaya saing di Indonesia," tuturnya.

Di pihak lain, Asisten Deputi Logistik Pangan Dalam Negeri Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Ridky Irfan Wirautama, menilai tata kelola pelabuhan merupakan simpul vital kelancaran logistik nasional—terutama untuk distribusi komoditas pangan.

Berdasarkan mandat Peraturan Presiden Nomor 147 Tahun 2024, kementeriannya bertugas menyinkronkan berbagai sektor penopang ketahanan pangan. Dalam hal ini, infrastruktur logistik yang andal menjadi urat nadinya.

Baca juga: Pupuk Kaltim Sabet Penghargaan Pajak

"Pengelolaan pelabuhan tidak boleh sekadar berorientasi pada operasional, tetapi juga harus memprioritaskan lingkungan, keselamatan, dan efisiensi teknologi," ungkap Ridky.

Ia menegaskan, penerapan GSP sangat selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai integrasi tata kelola lingkungan dan sampah. Penerapan prinsip ASRI di kawasan pelabuhan, kata dia, bukan semata urusan kebersihan atau estetika. 

"Ini adalah fondasi mutu tata kelola operasional serta keberlanjutan aktivitas pelabuhan dalam jangka panjang," jelasnya.

Ridky pun mengapresiasi langkah konkret Pupuk Kaltim. "Kolaborasi ini harus terus diperkuat, agar tercipta standar pengelolaan pelabuhan yang makin baik dan mampu mendongkrak daya saing nasional," ucapnya memungkasi. (*)

Editor : Michael Fredy Yacob

Serba Serbi
Selasa, 04 Agu 2026 20:32 WIB
Jumat, 31 Jul 2026 20:50 WIB
Minggu, 26 Jul 2026 20:42 WIB
Rabu, 22 Jul 2026 21:00 WIB
Selasa, 14 Jul 2026 20:25 WIB
Berita Populer
Berita Terbaru