Basarnas mengerahkan kapal canggih KN SAR Kamajaya 104 dari Makassar

Pencarian Penumpang KMP Virgo Transport, KN Kamajaya 104 Dikerahkan

sanubari.co.id
Kru KN Sar Kamajaya 104 yang disiapkan untuk pencarian korban KMP Virgo Transport 8. (Foto: Dokumen Kantor SAR Makassar).

SURABAYA, sanubari.co.id - Operasi pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 di perairan Masalembu, Laut Jawa, terus diintensifkan. 

Basarnas turut mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR Kamajaya 104 dari pangkalan Makassar, Sulawesi Selatan, untuk memperkuat armada penyisiran.

Baca juga: Pegawai Bea Cukai Tewas Saat Bertugas Awasi Ekspor di Perairan Siak

Kapal komando ini menempuh pelayaran sejauh 300 mil laut—atau sekitar 500 kilometer—demi misi kemanusiaan tersebut.

Fokus utamanya: melacak keberadaan 129 korban yang hingga kini masih berstatus hilang.

Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyatakan KN Kamajaya telah lepas sauh pada Ahad malam, 13 September 2026, pukul 23.30 Wita. 

Kapal ini dijadwalkan bergabung dengan KN SAR 214 Laksmana yang diberangkatkan dari Kantor SAR Kelas A Banjarmasin.

Salah satu personel SAR saat mencari keberadaan korban yang kemungkinan mengapung di perairan Laut Jawa. (Foto: Dokumen Kantor SAR Makassar).

"KN Kamajaya diperkuat 35 personel, terdiri atas 19 kru kapal, 11 anggota tim SAR Makassar, empat kru KN SAR 212, dan satu tenaga medis," kata Arif pada Senin, 14 September 2026.

Petaka yang menimpa KMP Virgo Transport 8 bermula pada Ahad dini hari. Kapal nahas itu dilaporkan terbalik saat berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Lokasi insiden berjarak sekitar 80 mil laut (148 kilometer) dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Dalam rekaman video yang dirilis Basarnas, lambung kapal besar berwarna merah-hitam itu tampak terbalik dan separuhnya tenggelam digulung ombak laut yang ganas. Di dekatnya, dua perahu kecil yang sarat penumpang terlihat terombang-ambing di tengah kepanikan.

Berdasarkan data SAR Kelas A Banjarmasin, tragedi ini telah merenggut enam korban jiwa. Sementara itu, 108 penumpang lainnya berhasil diselamatkan di tengah cuaca ekstrem.

Teknologi Canggih Deteksi Bawah Laut

Diresmikan pada 2020, KN Kamajaya dikenal memiliki kemampuan mumpuni untuk operasi di laut lepas berkat dukungan perangkat SAR modern. 

Salah satu andalannya adalah Remotely Operated Vehicle (ROV), sebuah drone bawah air yang dibekali kamera resolusi tinggi.

Untuk mengoptimalkan kinerja manuvernya, KN Kamajaya mengandalkan System Dynamic Position Zero (SDPZ). 

Baca juga: Wali Kota Bontang: Jangan Beri Motor pada Anak di Bawah Umur, Aturannya Jelas dan Demi Keselamatan

Teknologi ini berfungsi mengunci posisi kapal agar tetap statis di atas permukaan air laut secara otomatis, tanpa perlu melempar jangkar.

Armada ini juga dilengkapi multibeam echosounder untuk memetakan topografi dan mengukur kedalaman dasar laut, serta side scan sonar yang memanfaatkan gelombang suara untuk memproduksi citra bawah air. 

Kombinasi instrumen navigasi ini sangat krusial dalam mendeteksi objek di dasar laut perairan.

Memiliki fasilitas helideck, kapal ini berkapasitas tangki masif—mampu memuat 500 ribu liter bahan bakar minyak (BBM) dan 100 ribu liter air tawar.

Skala ini memungkinkannya difungsikan sebagai kapal penyuplai bagi armada lain sekaligus kapal komando dan kendali operasi pencarian.

Tak heran jika KN Kamajaya kerap menjadi tulang punggung operasi krusial di kawasan timur Indonesia.

Rekam jejaknya mencakup evakuasi KM Ladang Pertiwi 02 yang karam di Selat Makassar pada 26 Mei 2022, serta operasi SAR KM Nurul Salsa di Kepulauan Selayar pada 15 Juli 2026 lalu.

"Tim dari Makassar akan bahu-membahu dengan armada gabungan Basarnas dan potensi SAR lainnya untuk mengoptimalkan penyisiran di Laut Jawa," ujar Arif.

622 Petugas Penyelamat Dikerahkan

Di tempat terpisah, Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, memastikan sebanyak 622 petugas penyelamat gabungan telah dikerahkan hingga Senin untuk mempercepat temuan korban.

Merespons tragedi ini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah segera mengusut tuntas akar petaka tersebut. 

"Terkait penyebab musibah ini, pemerintah akan melakukan investigasi secara menyeluruh melalui Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)," ujarnya pada Ahad.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bertumpu pada layanan kapal feri karena biayanya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan jalur udara.

Sayangnya, infrastruktur maritim ini masih diwarnai rentetan kecelakaan. 

Bulan lalu, dua feri berpenumpang ratusan orang terbakar di perairan Madura dan Bali yang merenggut total enam nyawa.

Insiden KMP Virgo Transport 8 kini menambah panjang daftar kelam kecelakaan laut di Tanah Air. (*)

Editor : Michael Fredy Yacob

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru