BONTANG, sanubari.co.id - Polres Bontang ingin masyarakat di wilayah hukumnya merayakan natal dan tahun baru dengan tenang dan berkhidmat. Karena itu, berbagai “penyakit” yang sering dilakukan oleh masyarakat, dibasmi. Salah satunya narkotika.
“Sebelum operasi Lilin 2025 ini dilakukan, kami bersihkan dulu penyakit-penyakit itu. Misalnya, dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) menangkap 1 kilogram lebih sabu,” kata Kabag Ops Polres Bontang Kompol Supriyadi, Jumat, 19 Desember 2025.
Baca Juga: Empat Pegawai Pemkot Bontang Positif Gunakan Narkotika, Neni: Hukumannya Pecat
Satuan lain juga melakukan operasi pengamanan. Misalnya Samapta dan Intel. Termasuk personel Polres Bontang yang melakukan patroli terhadap rumah warga yang kosong ditinggal pemiliknya mudik. “Kita mulai melakukan operasi ini sejak 11 Desember kemarin. Kita sebut kegiatan rutin yang ditingkatkan,” katanya lagi.
Pengamanan menjelang natal dan tahun baru juga ditingkatkan dengan operasi Lilin 2025. Apel gelar pasukan dilakukan di halaman markas Polres Bontang, pagi tadi. Diikuti oleh 447 personel gabungan dari lintas stakeholder. Nantinya, para personel itu akan disebar di titik-titik yang telah disiapkan.
Menurutnya, dari rapat koordinasi lintas stakeholder, puncak arus mudik tahun ini terjadi pada 19-21 Desember 2025. Saat itu, kegiatan keamanan arus mudik ditingkatkan. Untuk mengantisipasi gangguan arus mudik.
Baca Juga: Operasi Lilin 2025 Dimulai, 447 Personel Gabungan Amankan Natal dan Tahun Baru di Bontang
“Kita juga tingkatkan untuk pemantauan dan pengawasan rumah-rumah yang ditinggal mudik pemiliknya. Patroli ke rumah-rumah warga itu, kami lakukan oleh personel polsek dan masyarakat sekitar,” terangnya.
Sementara, arus balik diprediksi akan terjadi pada 2-5 Januari 2026. Namun, saat ini belum ada data terkait potensi jumlah manusia yang melakukan pergerakan dalam arus mudik dan balik di momen natal dan tahun baru ini.
“Nanti kita akan berkoordinasi dengan Dishub (Dinas Perhubungan) dan KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) Bontang, terkait potensi pergerakan masyarakat yang gunakan jalur laut dan darat,” jelasnya.
Baca Juga: BNNK Bontang Temukan Empat ASN Positif Narkoba, Disdamkartan Terbanyak
Tetapi, perwira dengan melati satu di pundaknya ini menegaskan, untuk arus mudik dan balik tahun ini, jalur darat menjadi perhatian khusus. Sebab, akses jalan setelah gerbang keluar-masuk Bontang, jalan poros banyak yang rusak.
“Kebetulan itu masuk wilayah Polres Kutim. Kita juga akan melakukan koordinasi dengan Polres Kutim untuk melakukan kolaborasi. Kebetulan, informasi yang saya dapat, Polres Kutim juga menyediakan beberapa pos di jalan poros,” terangnya. (*)
Editor : Redaksi Sanubari