BNNK Bontang Edukasi Pelajar Bahaya Narkoba

Narkoba Incar Pelajar, BNN Turun Tangan

Reporter : Michael Fredy Yacob
Kepala BNN Kota Bontang Lulyana Ramdani (kanan) saat memimpin upacara di SMPN 3 Bontang, Senin, 14 September 2026.

BONTANG, sanubari.co.id – Ancaman peredaran narkotika kini makin masif menyasar kalangan remaja, khususnya pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat. Merespons kondisi tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang mengintensifkan edukasi langsung dengan turun ke sekolah-sekolah.

Pada Senin pagi, 14 September 2026, Kepala BNN Kota Bontang Lulyana Ramdani hadir menjadi inspektur upacara di SMP Negeri 3 Bontang.

Baca juga: Selundupkan Narkotika, Kapal MV king Sun Diamankan di Bintan

Dalam amanatnya, ia mengimbau para siswa agar tidak mudah terpengaruh pergaulan bebas dan berani menolak segala bentuk ajakan yang berpotensi merusak masa depan.

“Di masa ini kalian sudah harus siap. Pertemanan makin luas dan rasa ingin tahu sedang tinggi-tingginya untuk mencoba hal baru,” ujar Lulyana.

Ia mengingatkan bahwa ancaman narkoba tidak lagi hanya menyasar orang dewasa. Pelajar, sebagai generasi penerus bangsa, justru menjadi kelompok yang sangat rentan.

"Banyak cara untuk menghancurkan masa depan bangsa ini. Kalian menjadi target untuk dirusak," katanya.

Waspada Modus Jajanan Gratis

Lulyana meminta siswa membiasakan diri untuk berpikir panjang sebelum bertindak. Ia secara khusus menyoroti potensi bahaya dari makanan atau jajanan yang diberikan secara cuma-cuma oleh orang tak dikenal, terutama di luar area sekolah.

“Kalau asal jajan hanya karena gratis dan enak, kalian tidak tahu apakah itu aman. Kalian harus ekstra hati-hati,” ucapnya. Menurut Lulyana, kewaspadaan adalah kunci utama untuk mencegah berbagai kemungkinan terburuk, termasuk modus penyebaran narkoba gaya baru.

Bentuk Satgas dan Pendampingan Mental

Sebagai langkah konkret, BNN Kota Bontang akan segera meneken perjanjian kerja sama dengan SMP Negeri 3 Bontang.

Baca juga: BNN Lakukan Tes Urine di SMAN 1 Bontang

Melalui kesepakatan ini, BNN siap memberikan pendampingan khusus bagi siswa yang menghadapi persoalan, baik terkait indikasi narkoba maupun kesehatan mental.

“Nantinya akan ada satuan tugas (satgas) yang ikut memantau dan terhubung langsung dengan BNN. Jika ada masalah, kami akan langsung turun tangan,” tegas Lulyana.

Ia juga mendorong para guru untuk tidak sekadar berfokus pada pencapaian akademik. Pembentukan karakter dan ketahanan mental anak dalam menghadapi masalah harus menjadi prioritas.

"Jangan ragu berkoordinasi dengan kami jika menemukan persoalan yang butuh penanganan lebih lanjut," tambahnya.

Baca juga: Faskes Bontang Siap Layani Rehabilitasi Narkoba

Peran Vital Orang Tua dan Bahaya Gawai

Lebih lanjut, Lulyana menekankan pentingnya pelibatan orang tua dalam pengawasan di rumah. Ia mengingatkan bahwa sekolah hanyalah salah satu wadah pendidikan, sementara sebagian besar waktu anak dihabiskan bersama keluarga.

“Orang tua bukan sekadar menitipkan anak di sekolah. Mereka wajib terlibat, karena pendidikan yang paling utama itu justru berada di rumah,” katanya.

Di akhir arahannya, Lulyana menyinggung fenomena kecanduan gawai di kalangan pelajar. Ia meminta siswa untuk membatasi penggunaan telepon seluler agar tidak kehilangan momentum berharga untuk belajar dan bersosialisasi secara nyata.

“Kalian harus kuat secara fisik dan mental. Jadilah anak-anak generasi penerus terbaik untuk Kota Bontang,” tuturnya menutup amanat. (*)

Editor : Michael Fredy Yacob

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru