Khofifah Janjikan Kepastian Iklim Usaha

Jawa Timur Jaga Iklim Investasi, PMA Jepang Tumbuh Berkelanjutan

avatar sanubari.co.id
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

SURABAYA, sanubari.co.id - Pemerintah provinsi (Pemprov) Jatim pastikan iklim investasi di Bumi Mojopahit tetap kondusif. Termasuk memastikan penanaman modal asing (PMA) utamanya asal Jepang tumbuh berkualitas, berkelanjutan dan memberi dampak ke masyarakat.

Komitmen itu disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri East Java Investment Government–Japanese Business Networking Reception di Harris Hotel and Conventions Bundaran Satelit, Surabaya, Jumat, 30 Januari 2026.

Baca Juga: Pemprov Jatim Pastikan Pelayanan Dasar Jadi Prioritas dalam RKPD 2027

Dalam forum tersebut, Khofifah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investor Jepang kepada Jawa Timur. Karena kepercayaan itu, secara konsisten menjadikan provinsi tersebut sebagai salah satu tujuan utama investasi di Indonesia.

Hingga kini, tercatat sebanyak 212 perusahaan PMA asal Jepang beroperasi di Jawa Timur. Total nilai investasi lebih dari USD 5 miliar. Jepang juga tercatat sebagai negara penyumbang realisasi PMA terbesar keempat di Bumi Mojopahit.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepercayaan investor Jepang yang secara konsisten menjadikan Jawa Timur sebagai tujuan investasi utama. Jepang menjadi penyumbang realisasi PMA terbesar keempat di Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Investasi Jepang di provinsi yang dipimpinnya itu, umumnya bersifat jangka panjang dan berbasis teknologi tinggi. Karakter tersebut menjadikan PMA Jepang sebagai salah satu penopang utama penguatan struktur industri Jawa Timur. 

Khususnya di sektor logam, otomotif, kayu, serta industri makanan dan minuman. “Investasi PMA Jepang terbukti menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah. Serta memicu pertumbuhan industri pendukung dan UMKM lokal,” katanya.

Tingginya kepercayaan investor Jepang tidak terlepas dari komitmen Pemprov Jatim dalam memberikan pendampingan menyeluruh. Mulai dari tahap pra-investasi hingga operasional. Reformasi perizinan terus dilakukan melalui sistem digital Online Single Submission (OSS) yang diperkuat dengan Jatim Online Single Submission (JOSS).

Selain itu, Pemprov Jatim menjamin keamanan berusaha, menyediakan kemudahan akses informasi investasi melalui platform POINT Jatim (Potential Opportunity and Investment Jawa Timur), serta layanan aftercare investasi melalui program KLIK–Mobile Investment Clinic.

“Melalui berbagai upaya tersebut, kami memastikan investasi yang masuk tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, realisasi investasi Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai Rp147,7 triliun. Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur dalam tiga besar nasional setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pada triwulan IV 2025, investasi Jawa Timur tumbuh 31,6 persen secara kuartalan (quarter to quarter) dan 11,4 persen secara tahunan (year on year).

Baca Juga: Misi Dagang Jatim Catatkan Transaksi Rp 3,15 Triliun

Meski demikian, Khofifah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan. Untuk itu, ia mengajak Konsulat Jepang serta pimpinan perusahaan Jepang di Jawa Timur untuk membangun komunikasi yang intensif dan berkelanjutan.

Ke depan, Pemprov Jatim akan terus mengembangkan sektor-sektor unggulan yang berpotensi besar bagi investor Jepang. Antara lain manufaktur dan otomotif, elektronik dan industri berbasis teknologi. 

Lalu ada petrokimia dan industri hilir, makanan dan minuman serta agroindustri, energi dan industri hijau, serta infrastruktur dan kawasan industri.

“Saya berharap peluang-peluang tersebut dapat diwujudkan melalui komunikasi yang intensif dan kerja sama konkret yang berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap menjadi mitra strategis dan fasilitator bagi setiap rencana investasi yang saling menguntungkan,” kata Khofifah.

Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Konsulat Jepang. Khususnya di sektor ekonomi dan pembenahan iklim investasi.

“Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Saya menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin,” ujarnya.

Baca Juga: Pelindo Regional 3 Jawa Perkuat Komitmen K3 Lewat Management Walkthrough

Takonai juga menyambut positif ajakan Gubernur Khofifah untuk memperkuat intensitas pertemuan dan dialog, terutama dalam membahas tantangan investasi, seperti perbedaan budaya bisnis, aspek administrasi, serta regulasi hukum antara Jepang dan Jawa Timur.

“Kami siap mendukung ajakan Ibu Gubernur untuk menjunjung tinggi kepatuhan sekaligus memastikan kelancaran usaha bagi kedua pihak,” katanya.

Pada akhir acara, Gubernur Khofifah didampingi Konsul Jenderal Jepang Takonai Susumu menyerahkan penghargaan kepada delapan perusahaan Jepang yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun di Jawa Timur.

Diantaranya: PT Kutai Timber Indonesia, PT Mermaid Textile Industry Indonesia, PT Hisamitsu Pharma Indonesia, PT Pakarti Riken Indonesia, PT Easterntex, PT Otsuka Indonesia, PT Ajinomoto Indonesia, dan PT Meiji Indonesia Pharmaceutical Industries.

Acara ini turut dihadiri Ketua East Java Japan Club Akazawa Ryoichi, yang juga General Manager Indonesia Technology and Engineering Center PT Ajinomoto Indonesia, serta para direktur dan pimpinan perusahaan Jepang yang beroperasi di Jawa Timur. (*)

Berita Terbaru